DIARY


My Dearest…,

Saat aku ingin menangis dan menjadi cengeng

Ternyata disaat itu engkau terbaring dalam lemah

Aku merasakannya…., namun aku tidak melihatnya

Aku tidak tau jika yang ” hadir” adalah dirimu

Aku merasakan tubuhku lemah…

Jiwaku berjalan tertuju padamu

Maafkan aku yang kurang peduli…

Saat  messagemu datang

” Siang Nan…, sorry aku harus bedrest di rumah terkena typus”

Maafkan aku yang terlalu tengelam dalam kesibukanku dihari kemarin

Cepat sembuh kekasih….

Tidurlah dalam bisikan cintaku

Yang akan menyembuhkanmu dari sakitmu

Postyed by. Nan

( Semoga Cepat sembuth, ya. Sorry banget aku kurang peduli. Miss U So Much)

Aku sudah lama tidak mengunjungi pinggir pantai ini, tempat dimana aku selalu berteriak untuk menuangkan rasa resah hatiku, sudah banyak yang berubah…., tak ada lagi pohon bakau, dimana tempat aku mencari ikan kecil atau mengintip ikan bersayap, abrasi pantai telah melenyapkan sebagian jalanan…., dan sekarang telah diberi tanggul untuk mengurangi abrasi oleh air laut.

Matahari mulai perlahan turun…

Aku turun dari mobil, biasanya aku selalu menikmati sore di pantai ini..

Aku ingat seseorang selalu menemaniku bila hatiku resah…

Dimana dia?

Sudah dua puluh tahun aku tidak pernah bertemu dengannya..

langit berwarna merah jingga, aku berjalan menuju batu diujung sana…

Aku duduk menatap ke arah matahari yang akan terbenam, dan menggunakan kaca mata hitam menutup silau.

Aku mendengar suara mobil berhenti di belakangku

Mungkin seorang traveller yang akan mampir untuk mengusir penat

Aku masih berkutat pada kenanganku, irama  biola yang dimainkannya masih menyentuh hatiku…..

“Vannie?!”, seorang pria menyapaku…, aku terpana…tidak percaya…astaga…, baru saja aku memikirkannya, kukerjapkan mata, aku takut itu hanya ilusi. Kembali kukerjapkan mataku…

“  Rasya?!”…, aku  menjadi ragu. Apakah memang dia Rasya teman sepermainanku…

Kami saling bersalaman, heiii…Rasya sudah menjadi seorang pria yang sangat menarik. Tubuhnya tinggi menjulang. Matanya seperti kerlip bintang dengan kumis tipis diatas bibirnya. Kami saling bertukar cerita, Rasya sudah menduda, itu suatu kejutan bagiku, ia bersama 4 anaknya….

” Kamu enggak menikah lagi, Sya?”, tanyaku.

” capekk, Nie. Apalagi punya isteri yang cemburuan. habis dech…”, ucap Rasya.

” Isterimu sekarang dimana?’”, tanyaku.

” Kembali ke Bandung, ke tempat orang tuanya. Aku dan anak-anak tinggal di Sydney.”, ucap Rasya.

“Aku ambil cuti untuk melihat Mama.”, ucapnya.

” Iya..aku beberapa hari yang lalu melihat Mama, tapi Lestari enggak cerita bahwa kamu akan pulang.”, ucapku.

Rasya tertawa, “aku memang enggak  kasi kabar, takut kalau enggak jadi bisa membuat kecewa keluarga disini.”, ucap Rasya.

“Trus ngapain kamu kesini?”, tanyaku pada Rasya.

Ia tertawa, dan wajahnya tersipu. ” Kamu ngapain disini?”, balik Rasya bertanya. ” Aku…?, aku memang selalu kesini, dan kamu tahukan kalau aku kesini.”, jawabku. Rasya tertawa lagi, tangannya memijit hidungku, ” Masih seperti yang dulu?”, tanyanya. Aku mengangguk. ” Sekarang sih..kalau kesini aku sendiri saja, kalau dulu ada kamu.”, ucapku sambil mengenang masa lalu. ” Dan kamu selalu meminjam bahuku untuk menangis, tapi kamu tidak pernah menangis.”, olok Rasya. Aku tergelak…, Rasya masih ingat kebiasaan anehku.

” Dan aku kesini…, berharap bisa berjumpa denganmu.” , ucap Rasya seraya menatapku. “Lestari selalu menceritakan kehidupanmu padaku.”, ucap Rasya. Aku tertawa, “sama dongg…”, jawabku sambil tertawa.

” Rasya duduk disampingku, tangannya mencabut rumput panjang. Diujungnya ada bunga-bunga kecil berwarna merah coklat.

” Kamu masih suka bunga rumput, Nie?”, tanya Rasya. Aku mengangguk. ” Bunga rumput itu bunga sederhana, tidak menarik perhatian orang.”, sahutku, Rasya tersenyum dan mengangguk. Di sydney aku selalu mengumpulkan bunga rumput dan mengeringkannya.”, ucap Rasya.

” Tunggu sebentar!”, Rasya berlari ke arah mobilnya. dan ditangannya terlihat bunga rumput kering yang terangkai dengan indahnya. ” Ini untukmu.”, ucap Rasya. ” Terimakasih.”, aku menerima rangkaian bunga kering itu dengan suka citanya. ” Aku selalu ingat kamu, Nie.”, ucap Rasya. Aku mengerjapkan mataku. ” Aku mengharapkanmu bisa menjadi pendamping hidupku, tapi engkau lebih memilih Win waktu itu. “, ucap Rasya tersenyum. Aku menunduk, rasa bersalah menderaku, aku ingat betapa sedihnya aku harus menentukan pilihan Win yang tidak jelas atau Rasya yang selalu setia menemaniku. Namun aku memilih Win….(meski Win tidak pernah tahu kalau aku menyukainya), dan Rasya memilih untuk pergi mengambil S2 nya dan tinggal di Sydney.

” Maafkan aku, Sya.”, ucapku menatapnya. ” Hei…, jangan sedih gitu peri kecilku.” ia mengacak rambutku dengan tangan kanannya, kebiasaan Rasya yang tidak p ernah hilang.

” Aku dengar Win sudah jadi pejabat, yha.”, ucapnya. Aku mengangguk, ” Aku tidak pernah bertemu dengan Win. Enggak berani…., lagian hidup Win sudah berubah, tidak seperti Win yang dulu. Kehidupannya ibarat “jetset” dikelilingi perempuan-perempuan cantik yang bangga jika bersamanya.”, ceritaku sambil tertawa. Rasya tertawa, ” Mas sih, Nie!” Win itukan paling anti perempuan, cool banget.”, ucap Rasya enggak percaya. “  Beneran deh, Sya. Aku telah kehilangan sosok Win yang aku sayangi, fuiii…dia pernah menudingku suka pamer kecantikan untuk jabatan, “, aku berhenti sebentar. “Apa?!, tega benar sih.”, Rasya mengerutkan keningnya. ” Iya…eh..tau-taunya, Win selingkuh sama isteri orang. Pacarnya…kononnya gonta-ganti, dan isu paling gress dia dibilang gay.”, aku tergelak. ” wah…kamu mencintai seorang, gay?”, Rasya mulai menggodaku. ” Ikh…, mau sih, kalau sama gay kan aku aman, enggak perlu service tiap malam, awet muda dongg akunya. Kan jarang dipakai, baru teruss..’, aku tertawa lagi. ” Akh…mobil kalau enggak dipakai juga jadi rusak didiemin .”, ucap Rasya dan kami sama-sama tergelak.

” Kalau sms-an sih sering, cuma Win kan suka angin-anginan, kalau mau sms, sms melulu, kalau enggak ya enggak sama sekali, ujug-ujug smsnya selalu datang, ” masih hidupkah kamu, Na?”. ceritaku pada Rasya.

” Wahh..memang kalian enggak ada jodoh.”  Rasya tergelak.

” Kamu ini!”., aku memukul pundak Rasya. ” Hii…aku sudah melupakan dan menutup jauh2 perasaanku sama Win. Aku bukan perempuan idamannya. “, jawabku dengan penuh kebanggaan.

” Tapi kok dia bisa ya, memacari perempuan-perempuan seperti itu.”, ucap Rasya. ” Nah..itu memang yang dia suka.”, sahutku sambil tergelak.

” Kalau aku kan bunga rumput, Sya. Ditoleh juga enggak.”, jawabku tersenyum. ” Tapi aku suka bunga rumput, Nie. Ternyata bunga rumput itu banyak manfaatnya, hayooo……”, Rasya tersenyum.

” Hush…!”, aku menyandarkan kepalaku pada Rasya. ” Sya…, taukah kamu, aku jatuh cinta pada seseorang yang kutemui di suatu bandara.”, ucap Vannie. Rasya tertawa. ” Kok bisa?”, tanyanya. Aku mengangkat kepalaku dan menatap Rasya. ” Serius, Sya. Facenya mirip dengan pria yang selalu datang dalam mimpiku dan bercinta dalam mimpiku di setiap Kamis malam.”, aku bicara serius.

Rasya menggaruk kepalanya, ” Apa mimpi itu selalu mengganggumu?”, tanya Rasya. Aku menggeleng, ” Aku menikmatinya.”, jawabku jujur.

“Apa?”, Rasya terbelalak…., ” dan dia nyata, Sya. Aku melihatnya di executive lounge di suatu bandara. Matanya dan senyumnya, tinggi badannya persis sama. Aku jatuh cinta pada pria itu, Sya.” ucapku menghela  nafas.

Rasya menatapku, aneh. ” Nie…., daripada kamu mencintai pria imaginermu, coba lihat aku, nyata, 20 tahun aku aku masih menyimpan rasa sukaku padamu. Masih banyak ruang dan tempat yang tersimpan diatmosphere hatiku untukmu, Nie.”, ucap Rasya serius.

Aku terpana, kemudian aku menjawabnya, ” Sya…kamu percaya indera keenamku kan?”, tanyaku padanya.

Rasya mengangguk, Vannie punya indera keenam, dia ingat vannie bilang, “Sya…nanti kita pasti tidak akan bersama, kamu akan jauhhh dan enggak tinggal di Indonesia.”, dan kata-kata Vannie itu terbukti.

” Apa maksudmu, Nie?”, tanya Rasya.

” Aku yakin pria itu adalah Pangeran Bintangku, dia ada untukku dan dalam waktu dekat aku akan menjadi miliknya, selamanya….”

“Ha?!”, Rasya merinding, Vannie yakin dengan apa yang dirasakannya. “Pria itu memang untukku, Sya.., aku selalu bisa merasakan kehadirannya di kota ini. Namun aku tidak tahu bagaimana harus mengontaknya, aku yakin tahun depan aku dan dia bertemu dan kami akan bersama selamanya. Aku akan menjadi miliknya seutuhnya, dan aku tidak akan sendiri lagi. “, ucap Vannie.

Rasya menatap pada matahari yang semakin turun, begitu juga dengan Vannie. Mereka saling bergenggaman tangan. ” Nie…., aku akan selalu menunggumu, datanglah ke Sydney bersama anak-anakmu, temui aku disana jika mimpimu tidak terwujud. Aku dan anak-anakku akan menunggumu.”, ucap Rasya. ” Iya, pak Dokter.”, sahutku. Dan dengan terharu aku memeluk  Rasya dan mencium dahinya. Rasa sayangku sebagai seorang adik.

Matahari sudah masuk kedalam peraduan, dilangit ada bintang besar bersinar, ” Itu pangeranmu.” , tunjuk Rasya. Aku mengangguk…., dan melambai ke arah bintang itu, hai kekasih…aku cinta padamu…!”, aku berteriak lantang, enggak peduli nelayan yang mau berangkat melihat ke arahku. Aku dan Rasya saling berpandangan, dan kami tertawa saling bergandengan. Akh…..20 tahun kemudian masih kutemukan Dr. Rasya sahabat kecilku, dan masih menyimpan asanya….., Sya…maafkan aku, hatiku sudah untuk pangeran bintangku.

Posted by. Nan ( Catatan October 2006, Reuni kecil)

Hari-hari tanpamu sebenarnya sangat menyiksaku, Naomi..

Namun aku mencoba bertahan dalam kesendirianku…

Dengan menyibukkan diriku dengan apalah…..

Hi..hi…hi…, mengutak atik taman miniku, aglonema, caladians, 8 dewa, mawar dari Malaysia, mawar2 pink dan putihku,…serta bunga chrysant putih-kuningku, namun bayanganmu enggak mau pergi

Menyibukkan diri dengan merangkai dasi manik-manik, namun bayanganmu enggak mau pergi

Menyibukkan diri dengan membuat makanan kecil untuk Dhy n Va (yang paling bangga kalo Mom nya masak, dan biasanya invite temannya main ke rumah dan pamer “penganan” dan ice cream buatan “Mom”), tapi tetap saja bayanganmu kukuh….

Aduhhh……, Naomi….dua hari tanpa kabar darimu, membuatku seperti  kehilangan separuh nafasku (pinjam kata2nya Dewa).

Dan aku tersu bertanya, apa kau baik-baik saja. Namun SMS mu yang datanngnya hari Jumat aku baca dan tersenyum sendiri, membayangkan seandainya aku bersamamu di perjalanan, dan setelah makan malam kita menari “samba” diantara purnama, uft..membayangkanmu menari bersama yang lain…hiiii..mendadak hatiku enggak rela, tapi aku cepat menarik diri, itu kan memang salah satu bagian dari travelling….,

Taukah engkau, Naomi…

Rasanya aku ingin menjadi “Thumbelinna yang sebesar ibu jari”, sehingga kemanapun engkau pergi aku bisa masuk kedalam saku bajumu (hi10…aku cerita sama Ci Lina…, dia tertawa ngakak..dan meledekku habisa-habisan dengan menyanyikan lagu “jatuh Cinta” di handphone…gilaa benerr….).

Uft…., aku menatap  langit sore, warnanya abu-abu jingga, ingin rasanya aku bisa terbang seperti peri….untuk dapat menemukanmu..

Naomi…Tuhan Menyertaimu, dimanapun kau berada.

Kubisikkan kata, ” Aku rindu padamu”

Posted by Nan (  6May 2007, Sabtu)

Win….engkaulah lukisan bayangan…..

Mungkin engkau tidak pernah tahu betapa tertariknya aku padamu,

Namun aku terlalu gengsi dengan rasa kagumku,

Aku tidak mau engkau tahu bahwa aku menyukaimu…

karena aku berpikir engkau tidak pernah menyukaiku..

Aku berpikir..engkau pasti selalu menganggap aku adalah adikmu….

Aku tidak ingin engkau tahu rasa sukaku padamu akan membuatmu

menilaiku “tolol”, sebagaimana engkau katakan, bahwa aku selalu beruntung karena wajah cantikku (saat itu sebenarnya aku sedihhh…, sepertinya engkau membenci wajah cantikku, padahal banyak orang yang memuja aku). Katamu perempuan cantik itu biasanya berotak udang…( dan aku ingin buktikan bahwa engkau salah…!!!!)

Aku tidak ingin disebut sebagai seorang penggoda..

Aku ingin katakan padamu bahwa Keberadaanku bukanlah kecantikanku

Keberadaanku karena Tuhan memberikan aku “otak” dan kecerdasan yang luar biasa…

Rasa kagumku kupendam jauh di dalam hati…

 Menyimpannya dalam  brankas hatiku, kode filenya saja aku mungkin sudah lupa…

Kita mungkin sama-sama mengikuti perkembangan kehidupan kita..

Tentang Perempuan-perempuan disekitarmu pun aku tahu..

Aku tersenyum getir…, anehnya aku tidak cemburu pada mereka, karena aku  berpikir bahwa aku melebihi mereka, meski aku bukanlah kaum jetset seperti mereka.

Aku buktikan bahwa aku berhasil karena diriku sendiri tanpa orang lain. Aku berhasil karena keajaiban tangan  Tuhan yang membantuku.

Meskipun engkau sendiri tidak pernah mengakui bahwa aku perempuan yang berbeda dari “perempuan-perempuan disekitarmu”.

Aku bangga, aku seperti sekarang ini, meski aku tidak pernah menjadi yang teristimewa dimatamu. Aku bangga pada diriku sendiri…., karena Tuhan telah memilihku…..

Aku mengambil kepingan bahagia yang kecil dari kue kebahagian itu sendiri….,

Bersama Dhy, Va dan Ra….., hidupku penuh dengan warna-warni pelangi, penuh dengan cahaya matahari, aku selalu ingin hidup hanya untuk mereka……, memberikan mereka kebahagiaan yang siapapun tidak akan dapat memberikannya kecuali Tangan Tuhan dengan melaluiku….

Win…., lukisan kenanganku….

Hidup yang kita jalani memang sangat berbeda..

Engkau merupakan bagian dari mesin politik negari ini..,

merupakan bagian kaum jetset dari “dunia kita

Sedangkan aku…., adalah orang biasa yang berada di jalanku…

Santai menikmati hidupku, jika pulang kantor atau ada waktu luang, aku berkutat dengan taman miniku, mengemaskan kamarku tempat dimana aku paling sukai di dunia ini, bermain dengan anak2ku, bercerita untuk mereka, bernyanyi bersama mereka, kembali menjadi anak2 jika di tengah mereka, hi10….aku bermain layang-layang, main sepak bola…wahhh…dunia anak2 itu aku nikmati, mengunjungi rumah yatim piatu, ke Panti Alma tempat anak-anak Cacat, kegiatan gereja, kegiatan Ordo Dominican, meditasi dan yoga seraya mendengar music relaxasi dan kadang-kadang aku ke mall dengan celana pendek -bersepatu skets (kembali seperti aku dua puluh dua tahun yang lalu), ke gramedia curi-curi baca komik jepang, duduk melantai dengan asyik enggak peduli pandagan orang. (Akh..kalau jadi Isteri Pejabat Daerah, aku mungkin tidak bisa seperti ini), aku mensyukuri  kehidupanku. Fuiii…., aku bisa jalan-jalan kemana aku mau, menikmati pantai, menikmati pegunungan, duduk di kap mobil seraya menatap purnama dan bintang-bintag di malam hari. Chatting, membuat blog, wahhh…. Win……, aku sangat menikmati hidupku !

Win…..lukisan bayanganku..,

Jika engkau bertanya saat ini, “kamu bahagia, Na?”. Maka aku akan jawab…, “aku mengambil dari sebahagian kepingan kebahagian yang utuh.”

Jika engkau bertanya, “apakah ada seseorang yang telah membuatmu mengenal Cinta?”

“Maka akan kujawab, ” Iya, Win. Seseorang yang telah mengajarkan aku apa arti Cinta sesungguhnya, bahwa cinta itu bukanlah “nafsu”…sebagaimana Cinta yang kuinginkan…., cinta yang tidak mengikat…cinta yang  memberikan kebebasan…., cinta yang selalu penuh pengertian dan pengorbanan.”

Pangeran bintangku telah mengajarkannya padaku, Win.

Dia katakan, ” Nan…., jika seseorang mencintai pasangannya sungguh-sungguh, dia tidak akan merusak pasangannya.”, dan itu ia lakukan, Win. Ia tidak merusakku dengan “nafsu”, ia menjaga ku dengan penuh kasih sayang dan kelembutan….., kasihnya membuatku semakin hidup.

Orang bilang, ” Nana..kamu sekarang cantik, yha.”

Sebenarnya..yang mereka lihat adalah aura dari cinta pangeran Bintangku, dan aura dari anak2ku. Aku sudah menemukan kepingan puzzle itu satu persatu…, dan masih ada lagi puzzle yang harus ketemukan agar gambar kebahagianku itu utuh.

Win…., bagaimanapun juga…., engkau telah membuatku menjadi seperti sekarang ini, Namamu selalu kuukir dihatiku seperti aku mengukir nama pangeran bintang dihatiku. dan aku yakin..engkau sudah menemukan puzzle, mungkin telah mendahuluiku yang memang sangat terlambat sekali….., pagi hampir tiba  Win…., mataku sudah lima watt.

Semoga engkau cepat sembuh, jangan makan malam-malam lagi, ntar maagmu kumat, aku ingin engkau juga bisa menikmati hidupmu dan jalan yang telah engkau pilih.

Selamat Pagi, Win…., Namamu Kuukir di hatiku. Doaku selalu untukmu.

Posted by. Nan

7 June 2007

(Masa yang lalu Masa Yang indah

Masa-masa indah bersamamu…

Dikaki bukit kita bersama, di hutan karet kita lalui, air sungai bening mengalir, Masa-masa indah YAng tAK tERLUPAkan….)

Naomi…, adakah malam ini rindu bergaung dihatimu,

Adakah aku di dalam pikiranmu,

Ataukah aku tenggelam diantara keriuhan Jakarta

Yang bisa menghipnotis dengan glamour malamnya?

Naomi…, dinginnya hujan menghantarkan rinduku…

Aku ingin bicara, mendengar lagi suara lembutmu…

Aku ingin engkau tahu bahwa kau selalu hadir di dalam pikiranku

Aku ingin berteriak…., bahwa aku takut terlalu mencintaimu…

Naomi…aku tidak ingin rindu ini muncul..

Kutenggelamkan diri dalam kesibukanku..

Namun ingatan padamu tak mau juga hilang

Sedangkan malam semakin larut dan haripunberganti menjadi subuh…

Naomi…Aku selalu kangen padamu…

Apakah rindu juga ada dihatimu…?

Naomiiiii…., Aku kangennnn….

Posted by. Nan

(Biasanya smsmu datang di pagi hari, membuatku menjadi semangat untuk kerja dan beraktivitas…inikah yg disebut “cinta”…ataukah” hanya sesaat?”)

BAGIKU KAU ADALAH ROH JIWAKU,

MEMBERIKAN NAFAS KEHIDUPAN BAGI JIWAKU YANG KERING,

SETIAP WAKTUKU ADALAH PENANTIAN PANJANGKU,

CINTAKU HANYA KUPERSEMBAHKAN UNTUKMU,

KARENA AKU PERCAYA AKU HANYA MILIKMU,

AKU BERJANJI AKAN BERSAMAMU ,

BAIK DALAM DUKA DAN SEDIHMU, BAIK DALAM UNTUNG DAN  MALANG,

BAIK DALAM KELEMAHAN DAN KEKURANGANMU,

AKU MENERIMAMU APA ADANYA…

AKU HANYA MILIKMU, KUPERSEMBAHKAN SELURUHNYA BAIK RAGA DAN JIWAKU SERTA CINTAKU, HANYA UNTUKMU…

RINDU YANG MENGGIGIT…., TAHUKAH ENGKAU AKU SELALU MERINDUKANMU

POSTED BY. NAN 

TO. Naomi

Kehidupan kita telah jauh berbeda, engkau dengan kehidupanmu sendiri dan aku dengan kehidupanku sendiri. Kita pernah mendiskusikan tentang hidup yang katamu bahwa hidup adalah ibarat puzzle, yang kita punya sepotong dan sepotong lagi entah dimana. Bisa ketemupun entah dimana, kalau ketemu ada yang namanya bahagia. Kukatakan padamu bahwa hidup itu penuh dengan titik dan koma, penuh warna-warni yang mana perjalanan hidup kita ini selalu banyak komanya.

Ibarat kapal, ternyata kita berdua masih mencari pelabuhan abadi kita. Padahal “Tuhan “ ada untuk kita, hanya kita sulit untuk mendekatiNya karena keegoisan dan keangkuhan kita, dan keinginan dunia yang selalu masih merasuki kita.

Seraya menatap gedung-gedung pencakar langit di Singapore ini, Menatap langit birunya dengan awan-awan putihnya, Taukah engkau,  kehidupanku kini sudah full colors, dan paling  banyak mungkin abu-abunya.

Perjalanan yang kulalui benar-benar  panjang dan berliku, yang terkadang aku berhenti untuk melihat seberapa jauh lagi sih titik point aku harus berhenti dan memulai start yang baru. Terkadang kesedihanku pada harapan yang tidak pernah terwujud, menelan kekecewaan demi kekecewaan, tersenyum dibalik derita panjang yang kurasakan.

Akh…aku perempuan yang lahir  memang dengan keunikan dari jalan hidup yang kupilih. Aku harus mensyukuri apa yang kupilih, aku pasrah.., meski terkadang aku menjadi sangat lemah dan tidak berdaya. Dan tidak seorangpun yang dapat menolongku, kecuali Yesusku.

Tapi aku masih merasa ada kebahagian kecil dalam diriku, yaitu bahwa aku mempunyai cinta untuk anak-anakku. Merekalah yang membuat aku untuk bertahan dalam kehidupanku, bermimpi untuk berumur panjang.

Kita pernah berbincang soal perkawinan, kita sama-sama mengakui bahwa perkawinan yang  kita lalui adalah perkawinan formal (harus kawin karena status). Hi10…kita dengan soknya membagi perkawinan itu kedalam empat bagian : 1. Perkawinan sakral (ada jalinan cinta kasih), 2. perkawinan formal ( memang harus kawin sebagai status), kawin informal (kawin siri/kawin di bawah tangan) dan kawin Amburadul yaitu kawin karena terpaksa (APB=akibat pergaulan bebas).

Saat itu kamu bertanya, “kamu bahagia , Nan?”. Aku enggak bisa jawab, Aku enggak tau harus mengatakan “ya” atau “tidak”, karena apabila bersama anak2ku, aku merasa begitu bahagia. Aku bahagia dengan tangisan, kenakalan, kebawelan, kecerewetan, kemarahan mereka  padaku, tangisan dan kelucuan mereka, membuat aku selalu bersemangat untuk cepat-cepat pulang , bersemangat untuk melanjutkan hidupku. Dan aku ingin mereka selalu bahagia disepanjang hidup mereka, aku ingin memberikan sesuatu ( yang aku tidak tahu apa) agar mereka tidak tersakiti oleh dunia. Apapun untuk anak-anakku akan aku lakukan.

Matahari sore di Singapore berbaur dengan membentuk siluet jingga. Aku merenungi langit bewarna jingga, menarik nafas dalam2.

Aku ingin mengatakan padamu, ” aku telah menemukan, Pangeran BintangKu.”, dan kuukir namanya selalu di hatiku, seperti aku mengukir namamu dihatiku. Meski bayanganmu masih lekat disini, namun Cinta dan kelembutannya mampu membuat jiwa dan hatiku mencuri sepotong kue kebahagian kecil dari sisi Sang Hidup.

“Pintu di kamar masih terbuka”

Dingin mendera didalam kaca

Ketika kutengok kedalam kaca,

Berputar-putar bayanganmu.

Diantara gerimis malam, kulihat ada wajahmu

Diantara ge,mercik air, kudengar ada suaramu

Kadang cinta lebih indah, ketika ia pergi…..”

Posted  by. Nan

To. Win.

Engkau yang selalu hadir dalam hidupku,

Membayangi langkahku sepanjang masa,

Membuatku seakan tidak bernafas,

Membuatku selalu  merasa tidak punya arti…

Engkau yang membelengguku,

Aku tidak mengerti

Apa arti dari jalinan diantara kita

Sahabat mungkin iya, tetapi kekasih dan cinta…..?

Tapi engkau membelengguku, seakan aku ini adalah milikmu

Membelengguku dalam kecemburuanmu

Membelengguku dalam keegoisanmu

Aku ingin bertanya : Adakah artiku dalam hidupmu..?

Sedangkan  kutahu…., disekelilingmu banyak perempuan

Yang bersedia bertekuk lutut untukmu, karena uangmu…

Engkau yang memenjarakanku..

Lalu kenapa engkau marah saat kukatakan..

Aku hanyalah seorang teman dan sahabat..

Kenapa engkau menangisi kepergianku…

Kenapa engkau marah  dengan luar biasanya..

Engkau membelengguku dengan bayanganmu yang selalu mengejarku

Posted by. Nan

To. Some one.

* Jam 06.30 pm : 16 May

Malam menjelang, langitpun berwarna kelabu. Kukagumi warna-warna kelabunya berbaur dengan bias matahari sore, unik dan sangat menarik. Kegelisahanku, kepedihanku, kesepianku apakah sama dengan warna langit  disana?.

Terkadang aku bingung dengan diriku sendiri, apa yang terjadi padaku.

Usiaku 41 tahun, bukanlah usia remaja. Mengapa ada rindu yang menggigitku, akh..dimanakah kamu. Lalu aku  menghitung detik, tanpa harap dan tanpa kemungkinan.

# Sayaaanggg…,  terdengar sayup-sayup kesepian dan kesedihanmu, menelusup jauh didasar hatiku. Tapi yakinkanlah dirimu bahwa bayanganmu selalu bersamaku, untuk kudekap selalu. BTW ….ada pertemuan di Mulia, oh ya..long week end  hanya di Jakarta, enggak kemana-mana. Soen Sayang. Love

Kamu pernah katakan

Bahwa kamu selalu “Ada”

Meski kita berjauhan, namun dirimu selalu “ada” bersamaku

Cinta kita “kuat” itulah uniknya

Tapi hari ini

Malamku hitam kelam dan gelisah

Jiwaku kelam

Kamu dimanaaaa…..????!!!!

Aku rinduu…

Aku tiada berdaya….

Begitu tersiksanya….

Betapa menyedihkannya ketika rindu memenjarakan jiwa dan hati

Aku tiada bisa mengusirmu dari pikiranku

Aku tidak  mau mengerti kali ini

Ternyata kesepian justru berteriak

Lebih nyaring dalam kesunyiann

Kupanggi namamu…, Kamu dimanaaa???

Posted by. Nan.

To. Naomi ( Ternate )