Hari-hari tanpamu sebenarnya sangat menyiksaku, Naomi..

Namun aku mencoba bertahan dalam kesendirianku…

Dengan menyibukkan diriku dengan apalah…..

Hi..hi…hi…, mengutak atik taman miniku, aglonema, caladians, 8 dewa, mawar dari Malaysia, mawar2 pink dan putihku,…serta bunga chrysant putih-kuningku, namun bayanganmu enggak mau pergi

Menyibukkan diri dengan merangkai dasi manik-manik, namun bayanganmu enggak mau pergi

Menyibukkan diri dengan membuat makanan kecil untuk Dhy n Va (yang paling bangga kalo Mom nya masak, dan biasanya invite temannya main ke rumah dan pamer “penganan” dan ice cream buatan “Mom”), tapi tetap saja bayanganmu kukuh….

Aduhhh……, Naomi….dua hari tanpa kabar darimu, membuatku seperti  kehilangan separuh nafasku (pinjam kata2nya Dewa).

Dan aku tersu bertanya, apa kau baik-baik saja. Namun SMS mu yang datanngnya hari Jumat aku baca dan tersenyum sendiri, membayangkan seandainya aku bersamamu di perjalanan, dan setelah makan malam kita menari “samba” diantara purnama, uft..membayangkanmu menari bersama yang lain…hiiii..mendadak hatiku enggak rela, tapi aku cepat menarik diri, itu kan memang salah satu bagian dari travelling….,

Taukah engkau, Naomi…

Rasanya aku ingin menjadi “Thumbelinna yang sebesar ibu jari”, sehingga kemanapun engkau pergi aku bisa masuk kedalam saku bajumu (hi10…aku cerita sama Ci Lina…, dia tertawa ngakak..dan meledekku habisa-habisan dengan menyanyikan lagu “jatuh Cinta” di handphone…gilaa benerr….).

Uft…., aku menatap  langit sore, warnanya abu-abu jingga, ingin rasanya aku bisa terbang seperti peri….untuk dapat menemukanmu..

Naomi…Tuhan Menyertaimu, dimanapun kau berada.

Kubisikkan kata, ” Aku rindu padamu”

Posted by Nan (  6May 2007, Sabtu)